Dua staf Departemen Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, yakni Prof. dr. Titik Nuryastuti M.Si., Ph.D., Sp. MK(K) dan Ayu Rahayu S.Si., M.Si menghadiri kegiatan 3rd International Academic Exchange Conference on “Precision Mass Spectrometry, Revolutionary Microbial Insight” yang diselenggarakan oleh Zybio pada 12–13 Mei 2026 di Bali. Kegiatan internasional ini mempertemukan para ahli mikrobiologi klinik, peneliti, dan praktisi laboratorium dari berbagai negara di Asia Pasifik seperti India, Vietnam, Thailand, dan Malaysia untuk membahas perkembangan teknologi diagnostik mikroba berbasis MALDI-TOF MS.
Rangkaian konferensi menghadirkan berbagai narasumber internasional dan nasional dengan topik yang berfokus pada penguatan kualitas laboratorium mikrobiologi, inovasi diagnostik, serta pemanfaatan teknologi MALDI-TOF dalam pelayanan kesehatan dan penelitian. Pada sesi pembukaan, Prof. dr. Anis Karuniawati, Ph.D., Sp.MK(K) selaku Ketua PAMKI sekaligus Ketua KPRA Kementerian Kesehatan RI menyampaikan materi mengenai peran pemeriksaan laboratorium mikrobiologi dalam mendukung antimicrobial stewardship, khususnya melalui peningkatan kualitas pemeriksaan dan percepatan turn around time hasil laboratorium. Materi ini menekankan pentingnya laboratorium mikrobiologi sebagai bagian strategis dalam pengendalian resistensi antimikroba dan tata laksana pasien berbasis bukti ilmiah. Konferensi juga menghadirkan dr. Luh Inta Prilandari, Sp.MK yang membagikan pengalaman implementasi MALDI-TOF di RSUP Prof. I.G.N.G Ngoerah Bali. Dalam sesi tersebut dijelaskan bagaimana penggunaan MALDI-TOF mampu meningkatkan kecepatan dan akurasi identifikasi mikroorganisme dalam pelayanan laboratorium klinis. Selain itu, Cary Chen dari Tiongkok memaparkan berbagai inovasi terbaru dalam teknologi Next-Generation MALDI-TOF MS, termasuk potensi pengembangan teknologi tersebut untuk mendukung deteksi patogen secara lebih cepat dan presisi. Sementara itu, Associate Professor Pitak Santanirand, Ph.D. dari Mahidol University Thailand membahas aplikasi dan eksplorasi MALDI-TOF dalam penelitian ilmiah, termasuk pemanfaatannya dalam riset mikrobiologi dan pengembangan metode identifikasi mikroorganisme berbasis teknologi modern.

Selain sesi ilmiah, kegiatan juga diisi dengan workshop aplikasi teknologi MALDI-TOF terbaru, round table discussion dan experience sharing antar peserta dan pembicara untuk mendiskusikan tantangan implementasi teknologi diagnostik modern di berbagai negara. Pada hari kedua, peserta mengikuti kunjungan laboratorium mikrobiologi di RSUP Prof. I.G.N.G Ngoerah Bali untuk melihat secara langsung implementasi sistem laboratorium dan penggunaan MALDI-TOF dalam pelayanan klinis sehari-hari. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman terkait penguatan kualitas laboratorium, sistem diagnostik modern, dan pengembangan layanan mikrobiologi klinik berbasis teknologi terkini.

Kehadiran staf Departemen Mikrobiologi Klinik FK-KMK UGM dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi global, meningkatkan kapasitas akademik dan penelitian, serta memperluas pemanfaatan teknologi diagnostik modern di bidang penyakit infeksi. Partisipasi ini juga membuka peluang pertukaran pengalaman dan pengembangan kerja sama penelitian internasional dalam bidang mikrobiologi klinik, diagnostik, dan inovasi laboratorium kesehatan.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Mikrobiologi Klinik FK-KMK UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Good Health and Well-being melalui penguatan inovasi diagnostik dan pelayanan kesehatan, SDG 4 tentang Quality Education melalui peningkatan kapasitas akademik dan pertukaran ilmu pengetahuan, serta SDG 17 tentang Partnerships for the Goals melalui penguatan kolaborasi internasional di bidang kesehatan dan penelitian.
Oleh: Ayu R