Makassar – Guru Besar Departemen Mikrobiologi FKKMK UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K), kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan standar etika penelitian di Indonesia. Kali ini, Prof. Tri ditunjuk sebagai surveyor dalam kegiatan International Course on Surveying and Evaluating Review Practices yang diselenggarakan oleh Forum for Ethical Review Committees in the Asian and Western Pacific Region (FERCAP) bekerja sama dengan Strategic Initiative for Developing Capacity in Ethical Review (SIDCER) dan Forum of Indonesian Recognized Research Ethics Committee (FIRREC). Kegiatan ini berlangsung secara luring selama tiga hari, 16–18 Juli 2025, di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Makassar.

Dalam perannya sebagai FERCAP surveyor, Prof. Tri terlibat aktif dalam mengevaluasi sistem dan prosedur Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK), mulai dari peninjauan dokumen standar operasional, proses peninjauan protokol riset, penilaian kelengkapan pelatihan anggota, hingga pengamatan langsung terhadap pelaksanaan rapat pleno komisi etik. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa praktik peninjauan etik yang diterapkan telah sesuai dengan standar nasional maupun internasional, sehingga mampu menjamin perlindungan partisipan riset serta mendukung kredibilitas hasil penelitian.
Pengalaman panjang Prof. Tri di bidang mikrobiologi klinik dan etika penelitian menjadikan kontribusinya sangat bernilai dalam proses akreditasi dan pembinaan komisi etik di tingkat nasional dan regional. Selain sebagai akademisi dan peneliti, beliau juga dikenal sebagai Ketua Komisi Etik Penelitian Kesehatan FKKMK UGM dan aktif mendampingi berbagai institusi dalam penguatan tata kelola etika riset. Di kegiatan ini, beliau turut memberi masukan terhadap praktik terbaik (best practices) yang dapat direplikasi oleh komisi etik lain di Indonesia.
Di akhir kegiatan, Prof. Tri menyampaikan bahwa penguatan sistem etik penelitian bukan hanya untuk memenuhi syarat administratif, tetapi juga merupakan bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Etika penelitian memastikan bahwa ilmu pengetahuan berkembang tanpa mengorbankan martabat dan keselamatan manusia. Ini adalah kontribusi nyata dunia riset terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 16 tentang pendidikan berkualitas.
Oleh: Ayu