Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Riau menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Mengupas Tuntas Biofilm: Kenali Dampak Klinis, Cara Pemeriksaan, dan Penanggulangannya” pada tanggal 3 Februari 2025 di Auditorium Maharaja Indra lt. 2 Fakultas Kedokteran, Universitas Riau. Acara ini menghadirkan narasumber Prof. dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D., SpMK(K), yang merupakan guru besar dan pakar infeksi biofilm dari Departemen Mikrobiologi FKKMK UGM. Kuliah ini dimoderatori oleh Dr. dr. Dewi Anggraini, SpMK(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Acara ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pemahaman mahasiswa dan tenaga medis terhadap peran biofilm dalam infeksi klinis serta strategi penanganannya.
Biofilm merupakan faktor penting dalam infeksi kronis dan resisten terhadap antibiotik, sehingga menjadi tantangan besar dalam pengobatan penyakit infeksi. Prof. Titik membahas secara mendalam mekanisme pembentukan biofilm oleh mikroorganisme, peranannya dalam resistensi antibiotik, serta tantangan yang dihadapi dalam diagnosis dan terapi infeksi terkait biofilm. Selain itu, beliau juga memberikan wawasan mengenai dampak biofilm dalam kasus-kasus klinis yang sering ditemukan di lingkungan medis.

Dalam diskusi yang berlangsung, para peserta yang terdiri dari mahasiswa Magister Ilmu Biomedis, mahasiswa kedokteran, dan tenaga medis mendapatkan kesempatan untuk mendalami teknik pemeriksaan biofilm dalam diagnosis laboratorium serta pendekatan terbaru dalam upaya penanggulangannya. Salah satu poin penting yang dibahas adalah perlunya strategi multidisiplin dalam mengatasi infeksi biofilm, termasuk inovasi dalam teknologi diagnostik dan terapi antibiofilm yang lebih efektif.

Kuliah umum ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan global melalui pemahaman yang lebih baik terhadap penyakit infeksius. Selain itu, aspek penelitian dan edukasi mengenai biofilm yang dibahas dalam kuliah ini turut mendukung SDG 4 (Quality Education), dengan menyediakan akses terhadap ilmu pengetahuan terbaru dalam bidang mikrobiologi klinik. Ditambah lagi yaitu mendukung mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi di Indonesia, adanya kerja sama akademik seperti ini harapannya pengembangan ilmu di bidang mikrobiologi dan kesehatan masyarakat semakin maju. Dengan adanya acara ini, diharapkan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik klinis maupun penelitian guna meningkatkan strategi pencegahan dan penanganan infeksi yang lebih efektif di masa depan.
Oleh: Ayu R