
Guru Besar Mikrobiologi FKKMK UGM Imbau Waspada Varian Baru Covid-19 “Cicada”
Munculnya varian baru Covid-19 yang dikenal dengan nama Cicada menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara. Meski demikian, Guru Besar Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Prof. dr. Tri Wibawa Ph.D., Sp. MK(K), memastikan bahwa hingga saat ini varian tersebut belum ditemukan di Indonesia dan belum menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya.
Beliau menjelaskan bahwa varian ini merupakan bagian dari COVID-19, tepatnya turunan Omicron BA.3.2 yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024. Setelah sempat tidak terdeteksi, varian ini kembali dilaporkan dan hingga Februari 2026 telah menyebar ke 23 negara. Meski demikian, belum ada laporan masuknya varian Cicada ke Indonesia. “Data yang tersedia saat ini tidak menunjukkan bahwa Cicada memiliki tingkat keganasan yang lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya,” ujarnya.

