+62 811 2511 293

Jl. Farmako, Sekip Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

bm.fk@ugm.ac.id

Guru Besar Mikrobiologi FKKMK UGM Tegaskan Peran Kunci Diagnostik dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba

Resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) masih menjadi tantangan serius dalam pelayanan kesehatan modern. Menjawab urgensi tersebut, RS Akademik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop “Optimalisasi Implementasi Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di Rumah Sakit” pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Auditorium Kresna Lt. 5 RS Akademik UGM. Pada kesempatan ini, Prof. dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D., Sp.MK(K), salah satu Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, hadir sebagai pembicara dengan materi bertajuk “Optimalisasi Sampling dan Interpretasi Hasil Mikrobiologi Klinik” .

Dalam paparannya, Prof. Titik menekankan bahwa keberhasilan pengendalian resistensi antimikroba tidak hanya bergantung pada kebijakan penggunaan antibiotik, tetapi juga pada ketepatan proses diagnostik mikrobiologi klinik. Pengambilan spesimen yang benar, validitas bahan pemeriksaan, kualitas preparasi kultur, hingga interpretasi uji kepekaan antibiotik berdasarkan standar Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI) yang menjadi fondasi dalam menentukan terapi antimikroba definitif yang tepat. Kesalahan pada tahap awal sampling dapat berdampak pada bias hasil laboratorium dan berujung pada pemilihan terapi yang tidak rasional.

Foto 1. Prof Titik sebagai pembicara workshop di RSA UGM

Workshop ini diikuti oleh tenaga kesehatan multidisiplin, mulai dari dokter umum dan dokter spesialis berbagai bidang, apoteker, tenaga kefarmasian, perawat, bidan, hingga tenaga teknologi laboratorium medik. Pendekatan kolaboratif tersebut sejalan dengan penguatan Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) di rumah sakit serta implementasi Strategi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba (Stranas AMR) 2025–2029. Melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memahami interpretasi hasil mikrobiologi klinik, diharapkan praktik penggunaan antibiotik menjadi lebih rasional, berbasis bukti, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Foto 2. Penghargaan diberikan kepada Prof. Titik selaku pembicara di Workshop RSA UGM

Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, SDG 4 (Quality Education) melalui pendidikan profesional berkelanjutan bagi tenaga kesehatan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi multidisiplin dalam tata kelola resistensi antimikroba. Hadirnya Prof. Titik sebagai pembicara menunjukkan komitmen departemen mikrobiologi FKKMK UGM dalam mendukung kebijakan nasional dan agenda global pengendalian resistensi antimikroba secara berkelanjutan.

oleh: Ayu R