+62 811 2511 293

Jl. Farmako, Sekip Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

bm.fk@ugm.ac.id

PKR Biofilm Selenggarakan FGD Nasional: Sinergi Riset untuk Atasi Tantangan Infeksi dan Keamanan Pangan

Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat ketahanan kesehatan dan keamanan pangan nasional, Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biofilm menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Nasional bertema “Outsmarting Biofilms: Novel Strategies for Antibiofilm Treatment and Foodborne Disease Control”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada 18–19 Agustus 2025 secara hybrid, dengan lokasi utama di BRIN Gunungkidul, Yogyakarta. FGD ini merupakan agenda tahunan dan menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, memaparkan hasil riset, serta merancang kolaborasi riset masa depan. Peserta yang turut hadir merupakan anggota PKR Biofilm yang berasal dari berbagai institusi yaitu UGM, BRIN, RS dr. Soeradji Tirtonegoro, UNSOED, UMKT, UNM, UDAYANA, UHO, UNJAYA dan STIKES Maluku Utara.

Foto 1. Para peserta dan pembicara yang hadir secara luring acara FGD PKR Biofilm

Pada hari pertama, acara webinar dan FGD dibuka oleh Ketua PKR Biofilm, Prof. dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D., Sp.MK(K), yang menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam menghadapi biofilm sebagai agen infeksi dan kontaminasi pangan. Kegiatan webinar menghadirkan para peneliti ahli biofilm yang hadir secara daring dan luring, yaitu Prof. Mark Blaskovich (University of Queensland) dan Dr. Theerthankar Das (Western Sydney University) dan Dr. Nodali Ndraha (BRIN). Diskusi terlaksana secara aktif oleh Dr. Anggia Prasetyoputri (BRIN) yang banyak menyoroti peluang teknologi berbasis biodiversitas Indonesia untuk solusi antibiofilm yang berkelanjutan.

Foto 2. Prof. dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D., Sp. MK(K) selaku ketua membuka acara webinar dan FGD tahunan PKR Biofilm
Foto 3. Kegiatan webinar yang berlangsung secara daring dan luring

Pada hari kedua acara dibuka oleh Bapak Satriyo Krido Wahono, S.T., Ph.D. selaku Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Gunungkidul yang menegaskan dukungan substansial dan infrastruktur dari pihaknya untuk memperkuat riset biofilm; sambutan selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Agus Haryono selaku Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN yang mendorong integrasi program PKR Biofilm dalam forum nasional hingga skema hilirisasi berbasis proposal kompetitif; serta sambutan yang ketiga disampaikan oleh Ahmad Fathoni, Ph.D.  Ketiganya menekankan pentingnya kolaborasi yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

Agenda kegiatan yang dilaksanakan di hari ke dua yaitu evaluasi dan penyusunan rencana kerja PKR Biofilm untuk periode 2025–2026 yang dipandu oleh Dr. Ema Damayanti, M.Biotech. Dalam sesi ini dibahas evaluasi dan catatan dari program yang belum optimal terlaksana di tahun sebelumnya serta membahas Langkah strategis yang akan dilakukan di tahun 2025. Kegiatan selanjutnya yaitu workshop penggalian pendanaan, penyusunan proposal kompetitif, dan perluasan kolaborasi internasional. Diskusi dipandu oleh Prof. Dr. Puspita Lisdiyanti M. Agr. Chem. Proposal yang disusun difokuskan pada pengembangan terapi berbasis senyawa alami, pemodelan infeksi biofilm, serta penerapan teknologi molekuler dan in-situ detection untuk industri pangan dan layanan kesehatan. Diskusi juga mendorong penguatan jejaring global serta penguatan hilirisasi hasil riset.

Foto 5. Kegiatan diskusi pada workshop penyusunan proposal penelitian yang dipandu oleh Prof. Dr. Puspita Lisdiyanti M. Agr. Chem

FGD ini mencerminkan peran strategis riset kolaboratif dalam menjawab tantangan infeksi biofilm dan kontaminasi pangan, dua isu krusial dalam kesehatan masyarakat global. Kegiatan ini secara langsung mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur Industri), dan SDG 17 (Kolaborasi mitra untuk mencapai tujuan). Melalui pendekatan transdisipliner dan pemanfaatan potensi biodiversitas lokal, PKR Biofilm menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk berinovasi dan mengembangkan riset biofilm di tingkat nasional maupun internasional.

Oleh: Ayu R