Yogyakarta – Kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan yang tidak aman semakin sering terjadi di berbagai daerah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beberapa kejadian, seperti insiden pada Februari 2025 di Kecamatan Tempel dan Mlati, serta kasus serupa di Umbulharjo pada 2018, menunjukkan lemahnya kontrol terhadap keamanan pangan di tingkat masyarakat. Fenomena ini menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap penyediaan dan pengolahan makanan, serta perlunya edukasi tentang higiene pangan dan kesadaran akan bahaya kontaminasi.
Sebagai upaya konkret dalam pencegahan kasus keracunan makanan, Departemen Mikrobiologi dan Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “REWANG” (Relawan dan Warga Antisipasi Keracunan Pangan dan Peduli Gizi Seimbang). Program ini bertujuan memperkuat kesehatan pangan berbasis kearifan lokal di Dusun Sompok, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 1 Agustus 2025 pukul 08.00–10.00 WIB.

Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Koordinator Pengabdian Masyarakat, Dr. dr. R. Ludhang Pradipta Rizki, M.Biotech., Sp.MK(K), dilanjutkan dengan pemaparan materi “Sosialisasi Pencegahan Keracunan Makanan dan Identifikasi Faktor Risiko” oleh dr. Farida Nur Oktoviani, M.Biotech. Sebanyak 40 peserta dari warga Dusun Sompok kemudian dibagi ke dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk mendiskusikan potensi risiko pangan dan strategi pencegahannya secara partisipatif.
Program REWANG bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya higiene dan sanitasi pangan, melatih warga untuk mendeteksi potensi bahaya makanan, serta membentuk sistem pelaporan cepat terhadap penyedia makanan yang tidak memenuhi standar. Selain itu, kegiatan ini mendorong pemanfaatan kearifan lokal, seperti pola konsumsi sehat, pemilihan bahan pangan yang aman, dan metode pengolahan makanan tradisional yang higienis, sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan.

Melalui pelibatan langsung masyarakat, program ini diharapkan dapat menciptakan komunitas yang mandiri dalam memastikan akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas. Kegiatan ini juga selaras dengan upaya pencapaian SDGs . Program REWANG mendukung SDG 2 dengan mendorong ketahanan pangan melalui edukasi gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan lokal yang aman. Edukasi mengenai higiene dan sanitasi pangan turut berkontribusi pada SDG 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan semua kalangan. Pelatihan terkait pengolahan makanan yang bersih dan metode pelaporan kasus pangan berbahaya juga berkaitan erat dengan SDG 6, yakni menjamin akses terhadap air bersih dan sanitasi. Terakhir, penggunaan kembali praktik pangan tradisional yang higienis turut mendorong SDG 12 dalam menciptakan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Program REWANG menjadi contoh nyata bahwa pendekatan berbasis komunitas dan kearifan lokal dapat menjadi solusi preventif untuk meningkatkan keamanan pangan dan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Oleh: Rizky
Editor: Ayu